Prabowo mengatakan peningkatan hasil pertanian belum sepenuhnya membuat petani sejahtera. Menurutnya, masih banyak petani yang terjerat utang karena harus meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menunggu masa panen.
"Pertanian itu panennya 100 hari. Selama 100 hari, saya dapat laporan ada anak yang sakit, ada anak yang sekolah, mungkin ada kerusakan, mereka butuh uang dan pinjam. Bunganya luar biasa gila. Mereka pinjam dari lintah darat, dari mereka yang memberi bunga kadang 1% sehari. Ini membuat seumur hidup mereka tidak bisa bangkit," ujar Prabowo.
Atas kondisi tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah pada awal kepemimpinannya mengambil kebijakan penghapusan utang bagi jutaan petani yang tidak mampu membayar.
"Kenapa? Pengusaha besar pun banyak yang tidak bayar utang. Utang triliunan, tidak mau bayar. Habis itu pakai ini, pakai itu, ada istilah-istilah seperti restrukturisasi. Rakyat kecil tidak bisa," ujarnya.
Prabowo menilai masyarakat harus mendapatkan akses pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau. Menurutnya, keberadaan koperasi simpan pinjam di setiap desa menjadi salah satu solusi untuk menyediakan akses pembiayaan tersebut.