Dari Medan Tugas hingga Istana, Ini Cerita Prabowo Wujudkan Kopdes Merah Putih

Feby Novalius, Jurnalis
Minggu 12 Juli 2026 16:11 WIB
Cerita Presiden Prabowo Wujudkan Kopdes Merah Putih. (Foto ;okezone.com/Setpres)
Share :

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengaku telah memikirkan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sejak puluhan tahun sebelum menjabat sebagai Presiden. Pengalaman melihat kemiskinan serta keterbatasan akses ekonomi masyarakat saat bertugas di berbagai daerah menjadi salah satu latar belakang lahirnya gagasan penguatan koperasi di tingkat desa.

"Saya jelaskan konsep koperasi desa itu datang. Sebetulnya konsep Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah lama puluhan tahun. Waktu di tentara, kita bertugas di desa-desa, gunung-gunung, bisa berbulan-bulan di sebuah kecamatan. Saya lihat di situ rakyat kelaparan, saya lihat ada yang mati kelaparan dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena makan saya terbatas untuk kompi saya," ujar Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Minggu (12/7/2026). 

Dari pengalaman tersebut, Prabowo mengatakan negara harus hadir untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, desa memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Indonesia merdeka, perang kemerdekaan kita ada di desa-desa. Tetapi kita juga ingin jadi negara industri. Untuk itu, dari dulu saya semakin yakin satu-satunya jalan untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan koperasi," ujarnya.

Prabowo mengakui gagasan tersebut sulit direalisasikan ketika dirinya belum memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan. Namun, setelah menjabat sebagai Presiden, ia ingin pembangunan 81 ribu Kopdes Merah Putih dapat segera terwujud untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Prabowo mengatakan peningkatan hasil pertanian belum sepenuhnya membuat petani sejahtera. Menurutnya, masih banyak petani yang terjerat utang karena harus meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menunggu masa panen.

"Pertanian itu panennya 100 hari. Selama 100 hari, saya dapat laporan ada anak yang sakit, ada anak yang sekolah, mungkin ada kerusakan, mereka butuh uang dan pinjam. Bunganya luar biasa gila. Mereka pinjam dari lintah darat, dari mereka yang memberi bunga kadang 1% sehari. Ini membuat seumur hidup mereka tidak bisa bangkit," ujar Prabowo.

Atas kondisi tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah pada awal kepemimpinannya mengambil kebijakan penghapusan utang bagi jutaan petani yang tidak mampu membayar.

"Kenapa? Pengusaha besar pun banyak yang tidak bayar utang. Utang triliunan, tidak mau bayar. Habis itu pakai ini, pakai itu, ada istilah-istilah seperti restrukturisasi. Rakyat kecil tidak bisa," ujarnya.

Prabowo menilai masyarakat harus mendapatkan akses pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau. Menurutnya, keberadaan koperasi simpan pinjam di setiap desa menjadi salah satu solusi untuk menyediakan akses pembiayaan tersebut.

"Karena itu angka 81 ribu muncul, karena jumlah desa dan kelurahan di seluruh Indonesia sekitar 81 ribu," katanya.

Menurut Prabowo, Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga dapat menjadi saluran distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk barang subsidi.

"Masalahnya adalah untuk memotong cengkeraman para lintah darat itu, supaya membebaskan jutaan rakyat dari ketergantungan itu. Kemudian pupuk subsidi bisa di koperasi, gas tabung gas di koperasi, hampir semua barang subsidi bisa disalurkan dari koperasi supaya tidak diselewengkan. Karena banyak barang itu tidak sampai, tetapi diatur sedemikian rupa, bahkan ada yang diselundupkan ke luar negeri," ujar Prabowo.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu latar belakang pemerintah mendorong penguatan koperasi melalui program Kopdes Merah Putih.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya