IKN Tak Mangkrak, Ini Daftar Proyek Dibangun di Ibu Kota Nusantara

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2026 06:04 WIB
IKN Tak Mangkrak, Ini Daftar Proyek Dibangun di Ibu Kota Nusantara (Foto: Otorita IKN)
Share :

JAKARTA - Daftar proyek yang dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN). Otorita IKN memastikan pembangunan IKN terus dilakukan dan dipercepat.

Saat ini Otorita IKN mempercepat pembangunan fisik tahap II guna mengejar target IKN berfungsi sebagai ibu kota politik pada 2028 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. Dengan percepatan pembangunan ini, IKN dipastikan tidak mangkrak.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap seluruh proyek yang dibiayai melalui APBN, investasi swasta, maupun skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, percepatan pembangunan dilakukan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta prinsip keberlanjutan lingkungan.

"Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan," ujar Basuki di Jakarta.

Daftar Proyek di IKN

Pembangunan tahap II IKN didukung melalui tiga sumber pembiayaan, yakni APBN, KPBU, dan investasi swasta. Dari sisi APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik. 

Sebanyak sembilan paket telah rampung pada 2025, 15 paket masih dalam tahap konstruksi, dan 16 paket lainnya memasuki persiapan lelang.

Proyek yang masih berjalan mencakup pembangunan gedung kawasan legislatif dan yudikatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga jaringan perpipaan air minum sebagai bagian dari penyediaan layanan dasar perkotaan.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani 90 paket pekerjaan, dengan 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam proses konstruksi. Sejumlah proyek strategis yang tengah dikerjakan meliputi Jalan Tol IKN, Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta berbagai ruas jalan pendukung.

Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengelola 12 paket pembangunan. Sebanyak 11 paket telah selesai, sedangkan satu paket masih dalam tahap konstruksi berupa rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi untuk mendukung penataan kawasan IKN.

Kontribusi sektor swasta juga terus meningkat. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Otorita IKN. 

Dari jumlah tersebut, sembilan proyek telah selesai dibangun dan enam proyek sedang memasuki tahap konstruksi, antara lain Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, serta sejumlah proyek apartemen dan kawasan campuran.

Selain itu, melalui skema KPBU saat ini terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas tujuh proyek sektor hunian dan enam proyek jalan. Dalam waktu dekat, pemerintah akan memulai pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk serta delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.

 

Investasi China di IKN

Sementara, Otorita IKN menerima komitmen investasi perdana dari perusahaan asal China senilai Rp1,25 triliun melalui PT Star Bright International Investment. 

Investasi tersebut dilakukan di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. 

Proyek ini menjadi konstruksi perdana yang direalisasikan oleh perusahaan PMA asing di IKN dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

PT Star Bright International Investment merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi, pengembangan properti, dan manajemen proyek berskala internasional. 

Dalam pelaksanaan proyeknya di IKN, perusahaan bekerja sama dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., perusahaan asal Sichuan, Tiongkok, yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengelolaan proyek konstruksi.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya