Cara paling umum adalah membuka rekening valuta asing di bank. Melalui rekening ini, nasabah dapat membeli Dollar menggunakan rupiah sesuai kurs yang berlaku. Setelah transaksi selesai, saldo akan tersimpan dalam bentuk USD dan dapat digunakan untuk transfer internasional maupun kebutuhan lainnya.
Metode ini cocok bagi masyarakat yang membutuhkan dolar dalam sistem perbankan, misalnya untuk pembayaran pendidikan, bisnis luar negeri, atau perjalanan internasional. Namun, beberapa bank menerapkan saldo minimum serta biaya administrasi tertentu yang perlu diperhatikan.
2. Membeli Dollar di Aplikasi Investasi
Sejumlah platform investasi kini juga menyediakan akses terhadap instrumen berbasis Dollar. Melalui aplikasi tersebut, pengguna tidak hanya dapat membeli aset dalam denominasi dolar, tetapi juga mengakses berbagai produk investasi global seperti saham Amerika, ETF, maupun instrumen lainnya.
Keunggulan metode ini adalah proses registrasi yang lebih sederhana dibanding pembukaan rekening valuta asing tradisional.
3. Membeli Stablecoin Berbasis Dollar
Pilihan lain yang semakin populer adalah membeli stablecoin seperti USDT dan USDC. Stablecoin merupakan aset crypto yang dirancang agar nilainya mengikuti Dollar AS. Dengan demikian, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap Dollar secara digital tanpa harus memiliki rekening bank luar negeri.
Selain digunakan sebagai penyimpan nilai, stablecoin juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas investasi dalam ekosistem aset digital.
Karena diperdagangkan secara digital, transaksi stablecoin berlangsung selama 24 jam setiap hari sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan sebagian instrumen keuangan tradisional.