JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan groundbreaking proyek Gas Alam Cair (LNG) Abadi Masela, di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Dengan begitu, konstruksi proyek dengan investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia ini dimulai.
Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku ini langsung diresmikan oleh Prabowo melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta.
"Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini Kamis 16 juli 2026, dengan rahmat Tuhan yang Maha Besar saya Prabowo Subianto presiden RI, saya nyatakan groundbreaking proyek strategi nasional Liquefied Natural Gas Abadi Masela secara resmi dinyatakan dimulai," kata Prabowo.
Berikut fakta-fakta Presiden Resmikan Blok Masela yang dirangkum Okezone, Sabtu (18/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa dimulainya proyek Liquefied Natural Gas (LNG) atau Gas Alam Cair Abadi Masela, di Kepulauan Tanimbar, Maluku akan mendorong kemakmuran bagi rakyat.
Penegasan ini diungkapkan Prabowo saat meresmikan groundbreaking PSN LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta.
Proyek raksasa di sektor migas ini berlokasi sekitar 170-180 km di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dikembangkan melalui skema Cost Recovery PSC oleh INPEX Masela Ltd. selaku operator dengan kepemilikan saham mayoritas (65%), bermitra strategis dengan PT Pertamina (Persero) (20%) dan Petronas (15%). Nilai investasi proyek ini mencapai USD20,9 miliar.
Prabowo menegaskan, pembangunan sektor energi harus berjalan seiring dengan agenda hilirisasi industri nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah untuk mendukung transformasi ekonomi.
“Proyek semacam ini sangat penting. Saya sangat menghargai dimulainya proyek ini. Tadi sudah disinggung proyek ini investasinya sangat besar, 20,9 miliar dolar AS, hampir 21 miliar dolar AS, akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat dan sebagainya, sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa Indonesia harus melakukan hilirisasi dan hilirisasi ini membutuhkan energi.
"Energi kita sangat banyak, hanya ada 2-3 tahun masa transisi dan kebutuhan di tengah dunia yang penuh bahaya sekarang Indonesia cukup punya ketahanan, kita sudah antisipasi, kita punya langkah-langkah yang untuk bisa membawa Indonesia dalam keadaan yang baik," katanya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan proyek strategis nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela diproyeksikan akan memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia.
Dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menyebutkan bahwa kontribusi proyek ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diperkirakan mencapai USD137,8 miliar atau setara dengan lebih dari Rp2.447 triliun.
"Kami melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi terhadap PDB nasional sekitar USD137,8 miliar," ujar Bahlil dalam acara groundbreaking LNG Abadi Masela.
Tak hanya di level nasional, Bahlil menyebut dampak ekonomi lokal juga sangat besar. Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku diproyeksikan mencapai USD95 miliar, sementara untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar sendiri diperkirakan menyentuh angka USD92 miliar.
"Karena kami berpandangan bahwa investasi masuk penting, tapi jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah di mana investasi dan negara rakyat bangsa Indonesia," kata Bahlil.
Dari sisi fiskal, proyek ini diproyeksikan menyumbang pendapatan langsung kepada negara sebesar USD37,8 miliar. Selain itu, terdapat potensi pajak tidak langsung sebesar USD6,43 miliar yang akan masuk ke kas negara selama masa konstruksi dan operasi.
Total nilai investasi proyek ini mencapai USD20,95 miliar atau setara dengan hampir Rp390 triliun. Dengan nilai sebesar itu, Blok Masela diharapkan dapat memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun dan 35.000 barel kondensat per hari.
(Taufik Fajar)