Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penantian 28 Tahun Proyek Gas Abadi Masela Terwujud di Era Prabowo

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 16 Juli 2026 |19:01 WIB
Penantian 28 Tahun Proyek Gas Abadi Masela Terwujud di Era Prabowo
Penantian 28 Tahun Proyek Gas Abadi Masela Terwujud di Era Prabowo (Foto: Tangkapan Layar)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai pembangunan (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis (16/7/2026). Peresmian tersebut menandai dimulainya proyek energi nasional yang telah dinantikan selama hampir 28 tahun.

Prabowo menegaskan, [royek LNG Abadi Masela merupakan proyek yang sangat penting bagi masa depan bangsa. Proyek tersebut telah dinantikan selama hampir tiga dekade dan kini akhirnya memasuki tahap pembangunan.

"Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah, hari ini kita mulai pembangunannya. Dan pembangunan tidak boleh terhambat. Harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," tegas Prabowo saat meresmikan melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta.

Prabowo menambahkan bahwa energi merupakan salah satu syarat utama bagi keberlangsungan hidup sebuah bangsa.

Menurut Prabowo, Indonesia dianugerahi cadangan energi yang sangat besar, termasuk di kawasan Kepulauan Tanimbar dan Maluku. Karena itu, potensi tersebut harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

"Bangsa Indonesia sadar bahwa kita diberi karunia yang luar biasa oleh Yang Mahakuasa. Buktinya antara lain bahwa di perairan kita, di Tanimbar, di Maluku ini, kita memiliki cadangan energi yang sangat besar," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan proyek ini, termasuk mitra internasional seperti INPEX dari Jepang, Petronas dari Malaysia, serta Pertamina sebagai perusahaan nasional.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa kerja sama dengan investor harus dibangun atas dasar saling menguntungkan, namun tetap berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Para investor harus untung. Sekali lagi, sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan, kita malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia. Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita," ujar Prabowo.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement