JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela harus saling menguntungkan bagi Indonesia dan seluruh pihak yang bermitra dengan pemerintah. Prabowo ingin proyek ini dijalankan dengan penuh integritas, sehingga menjadi cerminan harga diri bangsa.
“Saya sekali lagi saya tegaskan, jalankanlah proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung. Sekali lagi, sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan, kita yang malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia,” ujar Prabowo saat meresmikan groundbreaking PSN LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Prabowo mengatakan negara memiliki tanggung jawab besar kepada rakyatnya. Proyek di bidang energi ini menjadi pijakan bagi Indonesia bertransformasi menjadi negara yang modern dan mandiri.
Menurut Prabowo, Indonesia sebagai negara besar memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
“Kita ingin menjadi negara yang modern. Kita ingin menjadi bangsa yang seperti bangsa Jepang. Kita ingin menjadi bangsa yang produktif. Kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri. Kita punya segala sumber daya untuk itu. Kita juga punya kapasitas. Anak-anak kita juga tidak kalah pintar,” ucapnya.
Prabowo bertekad menjadikan Indonesia negara negara industri dan modern. Prabowo menegaskan seluruh rakyat Indonesia harus hidup layak dan lebih baik.
“Kita bertekad rakyat kita harus hidup dengan baik, hidup dengan layak. Kita butuh uang untuk bikin pelayanan kesehatan yang terbaik. Kita butuh uang untuk bayar gaji-gaji guru, sehingga sekolah-sekolah kita menjadi juga tidak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri,” kata Prabowo.
“Kita butuh uang untuk membayar semua pegawai negeri kita dengan baik. Kita butuh uang untuk membangun prasarana yang penting untuk kehidupan yang modern,” tambahnya.