5 Fakta Antrean BBM di SPBU hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 20 Juli 2026 08:01 WIB
5 Fakta Antrean BBM di SPBU hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina (Foto: Pertamina Patra Niaga)
Share :

2. BPH Migas Turun Tangan

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengawal upaya percepatan normalisasi distribusi(BBM yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). 

Berbagai langkah penguatan distribusi yang dijalankan secara intensif mulai menunjukkan hasil. Kondisi antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Medan dan wilayah sekitarnya, berangsur terurai sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin membaik.

Untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan sekitar 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta Awak Mobil Tangki, mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan BBM melalui fasilitas Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli. Berbagai langkah tersebut mendorong peningkatan penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120–125 persen dibandingkan kondisi normal.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di Sumatera Utara saat ini dalam kondisi aman. Pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, peningkatan suplai BBM hingga 120–125 persen merupakan langkah percepatan yang dilakukan untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU.

“Ini menambah peningkatan suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125%. Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112% menjadi 120-125%. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.

3. Penyebab Antrean BBM di SPBU

Peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran yang mendorong kenaikan mobilitas.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan meningkatnya konsumsi BBM di wilayah Medan direspons dengan percepatan penguatan kapasitas distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.

"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," ujar Kitty, Rabu (15/7/2026).

Di tempat berbeda, Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengakui dalam beberapa waktu terakhir terjadi antrean di sejumlah SPBU di berbagai daerah. Menurutnya, berdasarkan penjelasan yang diterima, antrean tersebut salah satunya dipicu oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi.

"Dijelaskan bahwa terkait dengan antrean tersebut mungkin disebabkan antara lain, karena pertama adanya shifting daripada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi, non-subsidi, beralih kepada BBM subsidi," lanjutnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya