Untuk memperkuat ketahanan ekonomi, Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai kebijakan fiskal, antara lain melalui penempatan uang negara pada bank umum sesuai kondisi likuiditas pasar, penguatan fungsi APBN dalam menjaga stabilitas harga BBM dan pangan, serta pemberian paket stimulus untuk mendukung keberlanjutan dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Stimulus tersebut mencakup diskon transportasi, insentif impor LPG dan plastik, relaksasi iuran JKK dan JKM, dukungan bagi sektor pariwisata dan industri padat karya, serta program magang dan vokasi.
Selain menjaga stabilitas ekonomi, APBN juga terus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis(MBG), Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi rumah sakit, pembangunan infrastruktur kesehatan, serta penguatan jaringan pengaman sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ProgramKartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Pemerintah juga terus memastikan dukungan fiskal bagi penanganan bencana di berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa koordinasi yang erat di antara anggota KSSK akan terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai risiko global maupun domestik serta memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.
"Ke depan, KSSK akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global maupun domestik. Melalui koordinasi yang erat antar lembaga, kami memastikan setiap kebijakan saling memperkuat sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Purbaya.
Ke depan, kata Purbaya, KSSK akan terus memperkuat sinergi kebijakan melalui koordinasi yang semakin erat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan.
(Taufik Fajar)