IBMA hadir untuk mengisi ruang kosong tersebut. Bertindak sebagai mitra strategis regulator, asosiasi ini akan menjadi jembatan yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dari hulu hingga ke hilir, meliputi sektor, Pertambangan, Jasa Keuangan, serta Pemurnian (Refinery), Manufaktur dan Jasa Pendukung Bisnis Lainnya sejalan dengan tujuan Asta Cita pemerintah.
Melalui sinergi antara Kementerian Koordinator Perekonomian, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan juga BP BUMN, IBMA berkomitmen membantu negara dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset emas nasional. Tujuannya agar memberikan nilai ekonomi (value creation) yang jauh lebih tinggi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kehadiran IBMA membawa misi transformasi besar bagi perekonomian nasional. Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari yang tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan aktif,” ujar Ketua Umum IBMA Selfie Dewiyanti.
“Dengan dukungan penuh berbagai regulator, kami optimistis bisa melahirkan inovasi produk dan layanan berbasis emas yang mampu membawa Indonesia menjadi Leading Bullion Market in Southeast Asia," katanya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan organisasi, PT Pegadaian (Persero) secara resmi memfasilitasi kantor sekretariat dan ruang rapat utama IBMA yang berlokasi di Gedung Pegadaian Tower, Jakarta. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat tepat karena Pegadaian sendiri telah berevolusi menjadi pusat ekosistem emas nasional yang paling terintegrasi di Indonesia.