"Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.
Ia menegaskan keputusan menjalani pengobatan di luar negeri bukan karena meragukan kualitas tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan pendapat medis kedua (second opinion).
"Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," tuturnya.
(Feby Novalius)