LAMPUNG - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta evaluasi pola distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah lebih dari 500 santri dan siswa di Sidoarjo, Jawa Timur diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu MBG.
Langkah evaluasi diambil lantaran dari hasil pengecekan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, tidak ditemukan indikasi kelayakan fasilitas yang bermasalah. Zulhas menilai persoalan utama pemicu keracunan justru bersumber dari kedisiplinan dan budaya kerja para petugas distribusi.
“MBG, kita kasih waktulah dua bulan ya, kita akan selesaikan. Karena gini, dapur bagus, semua bagus, tapi budaya. Budaya ya misalnya masak, harusnya dikirim jam 6. Mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11,” kata Zulhas saat ditemui, Sabtu (5/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa jarak waktu antara proses memasak dan jadwal makan anak sekolah memiliki batas aman yang sangat krusial. Pengabaian waktu pengiriman dapat berakibat fatal pada kualitas makanan.
Zulhas memastikan, usai masa evaluasi dua bulan berjalan dan terbukti ada faktor kelalaian manusia, pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas.