Panda Bond Bisa Jadi Opsi Bayar Utang Whoosh, Purbaya: Nanti Kita Lihat

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 23 Juli 2026 20:17 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya peluang penerbitan Panda Bond di China menjadi alternatif pembiayaan. (Foto: Okezone.com/KCIC)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya peluang penerbitan Panda Bond di China menjadi alternatif pembiayaan untuk menutup utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Namun, pada prinsipnya dana hasil penerbitan surat utang tersebut digunakan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Ini kan untuk nutup defisit kita, nanti ke depan apakah pakai itu, nanti kita lihat seperti apa," kata Purbaya usai sidang debottlenecking, Kamis (23/7/2026).

Meski demikian, Purbaya mengakui pemerintah tengah menyiapkan skema pembiayaan utang Whoosh yang diupayakan tidak terlalu membebani APBN.

Menurutnya, meski kewajiban tersebut berada di bawah pemerintah, penggunaan dana APBN akan ditekan semaksimal mungkin.

"Tapi Whoosh nanti skemanya belum saya kasih tahu kan. Nanti enggak seperti ini. Whoosh itu walaupun APBN di pemerintah, tapi akan kita kecilkan semaksimal mungkin dana APBN yang dipakai untuk bayar Whoosh, tapi dikelola oleh kami," jelasnya.

Purbaya masih enggan mengungkapkan skema yang akan digunakan untuk melunasi kewajiban proyek kereta cepat tersebut. Ia hanya memberi sinyal bahwa Kementerian Keuangan memiliki sejumlah special mission vehicle (SMV) yang dapat dimanfaatkan dalam skema pembiayaan.

"Nanti kita kasih tahu. Karena saya punya banyak SMV," ujarnya.

Purbaya juga belum memastikan apakah salah satu SMV tersebut memiliki kapasitas untuk menyediakan pendanaan dalam jumlah besar bagi pembiayaan utang Whoosh. Namun, tujuan utama skema tersebut adalah mengurangi tekanan terhadap APBN.

"Nanti kita kasih tahu, untuk mengurangi beban APBN, jadi anggaran APBN-nya tidak terganggu," katanya.

Sementara itu, pemerintah resmi menerbitkan Panda Bond atau surat utang negara berdenominasi yuan di pasar domestik China pada Kamis (23/7/2026).

Pada penerbitan perdana ini, pemerintah menargetkan penghimpunan dana sebesar USD1 miliar sebagai langkah awal memasuki salah satu pasar obligasi terbesar di dunia.

Penerbitan Panda Bond didukung hasil pemeringkatan dari Lianhe Credit Rating yang memberikan Indonesia peringkat AAA dengan prospek (outlook) stabil.

Peringkat tertinggi di pasar domestik China tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik obligasi Indonesia di mata investor di Negeri Tirai Bambu.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya