Hubungan ekonomi kedua negara diperkirakan semakin erat dengan adanya berbagai kerja sama perdagangan multilateral, seperti ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) yang berlaku sejak 2010 dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang ditandatangani pada 2022.
Dari sisi investasi, Tiongkok menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia. Jika digabungkan dengan aliran investasi dari Hong Kong dan Singapura, total nilai investasi yang berasal dari kawasan tersebut mencapai sekitar 23 miliar dolar AS.
Sejalan dengan itu, ekspansi investasi Tiongkok di Indonesia mulai menyasar sektor ekonomi digital, seperti pengembangan semikonduktor, jaringan fiber optic, aplikasi digital, hingga infrastruktur pusat data (data center).
Untuk menarik lebih banyak investasi pada sektor bernilai tambah tinggi, pemerintah menyediakan berbagai insentif fiskal bagi investor global. Fasilitas tersebut mencakup tax holiday, tax allowance, investment allowance, hingga super tax deduction.
"Indonesia memberikan fasilitas tax holiday hingga 100%, tax allowance, investment allowance, hingga super tax deduction," ujar Airlangga.
(Feby Novalius)