“Dana yang diperoleh melalui retribusi menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik, pemeliharaan fasilitas, serta pengembangan sarana dan prasarana yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.
Taman Anggrek Ragunan dengan berbagai manfaat bagi masyarakat memperlihatkan bagaimana aset daerah dapat dikelola menjadi ruang produktif. Pengelolaan aset daerah yang bijak dapat menghadirkan tempat rekreasi, ruang edukasi tanaman hias, sekaligus tempat usaha bagi pelaku ekonomi lokal.
Keberadaan Taman Anggrek Ragunan menunjukkan bahwa fasilitas publik dapat memberikan nilai ekonomi dan sosial secara bersamaan. Masyarakat dapat menikmati suasana hijau, belajar mengenai tanaman hias, membeli berbagai jenis anggrek, serta ikut mendukung keberlanjutan usaha para pelaku tanaman hias.
“Melalui pemanfaatan yang berkelanjutan, Taman Anggrek Ragunan menjadi contoh bahwa aset daerah dapat terus hidup dan memberi kontribusi nyata bagi Jakarta. Tidak hanya sebagai ruang publik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi lokal dan penerimaan daerah,” tuturnya.
(Agustina Wulandari )