Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui ancaman kekeringan dan krisis air bersih. Setidaknya ada 312 RW yang terancam mengalami kekeringan hingga Oktober mendatang.
"Kalau melihat dari potensinya, semua kelurahan di Kota Cimahi ini terancam kekeringan dan krisis air bersih, artinya merata, dan puncaknya pada Agustus sampai Oktober 2026 nanti," kata Fithriandy.
Sementara itu, mengacu pada dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), pada kemarau panjang dua tahun lalu kekeringan terparah terjadi di Cimahi bagian selatan, mulai dari Kelurahan Melong, Utama, hingga Leuwigajah.
"Kekeringan terparah yang kita catat itu dua tahun lalu, dampak yang ditimbulkan sama. Kemudian paling parah ada di daerah selatan, memang karena warga mengandalkan air PDAM dan sebagian air tanah," ucap Fithriandy.
(Feby Novalius)