Limbah Pertanian Jadi Energi, PLN EPI Percepat Pengembangan Biomassa 

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 06 Agustus 2026 16:44 WIB
Limbah Pertanian Jadi Energi, PLN EPI Percepat Pengembangan Biomassa (Foto: Dokumentasi PLN EPI)
Share :

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mempercepat pengembangan ekosistem biomassa nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat transisi energi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian. 

Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian sebagai bahan bakar pembangkit listrik, perusahaan membangun rantai pasok biomassa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kemitraan dengan petani, kelompok tani, badan usaha, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan produksi, kualitas, dan keberlanjutan pasokan biomassa untuk kebutuhan program cofiring di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Pendekatan ini tidak hanya mendukung penyediaan energi primer yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan hasil samping pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, sektor pertanian memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga sebagai penyedia bahan baku energi terbarukan.

"Sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian, PLN EPI terus membangun ekosistem biomassa yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat rantai pasok energi primer, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Mamit di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, pengembangan biomassa menjadi salah satu solusi yang mampu menghubungkan sektor pertanian dan energi dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Selain membantu mengurangi emisi karbon melalui penggunaan energi yang lebih bersih, pemanfaatan biomassa juga mendorong terciptanya ekonomi sirkular di pedesaan.

Mamit menjelaskan keberhasilan pengembangan biomassa tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, hingga masyarakat agar rantai pasok biomassa dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat kemitraan dengan para petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha agar biomassa tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," katanya.

 

Komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa juga mendapat apresiasi dalam Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026 usai Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir meraih penghargaan Excellence Leadership in Energy Transition Through Biomass Acceleration Development Program.

Pengakuan tersebut dinilai mencerminkan semakin besarnya perhatian terhadap pengembangan biomassa sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung transisi energi nasional.

Melalui optimalisasi limbah pertanian sebagai bahan bakar cofiring PLTU, PLN EPI menargetkan biomassa menjadi penggerak transisi menuju Net Zero Emissions (NZE) sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas. 

Dengan model tersebut, limbah pertanian tidak lagi dipandang sebagai sisa produksi, melainkan sebagai sumber energi terbarukan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ketahanan energi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya