JAKARTA - Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri alat kesehatan nasional, investasi global dan kemampuan manufaktur lokal dapat berjalan beriringan dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional.
"Indonesia adalah negara dengan tantangan geografis yang sangat unik. Ribuan pulau, populasi yang besar, dan masih terbatasnya akses layanan diagnostik di berbagai daerah membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga diproduksi secara lokal," kata Founder & Global CEO Virtue Diagnostics Johnson Zhang dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Saat ini Virtue Diagnostics Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem manufaktur In Vitro Diagnostics (IVD) di Indonesia. Keputusan Virtue Diagnostics berinvestasi di Indonesia didasarkan pada keyakinan bahwa akses terhadap layanan diagnostik yang berkualitas harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
"Karena itu, kami memilih untuk membangun manufaktur di Indonesia, bukan sekadar menjual produk ke Indonesia," sambungnya.
Diketahui, Virtue Diagnostics membangun fasilitas manufaktur modern seluas 12.200 meter persegi di Cikarang dengan kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit instrumen diagnostik setiap tahun serta 6.000 liter reagen setiap hari yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada tahun 2024.