Sementara itu, Jamil Azzaini menilai kepemimpinan yang berlandaskan nilai spiritual dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga keberlanjutan organisasi. Menurutnya, nilai tersebut tidak menggantikan strategi bisnis, tetapi dapat menjadi dasar dalam menjalankan strategi.
“Target dan angka sangat penting memberi arah dan disiplin organisasi. Namun, kinerja yang berdaya tahan hanya lahir dari jiwa yang hidup. Spiritual Leadership hadir bukan menggantikan strategi bisnis, tetapi menjadi fondasi batin yang kokoh agar strategi dijalankan oleh manusia yang utuh, tangguh, dan bermakna,” ungkap Jamil.
Co-Founder ParagonCorp Salman Subakat mengatakan penerapan kepemimpinan yang melayani dapat membantu membangun lingkungan kerja yang suportif. Menurutnya, kepemimpinan perlu mendorong kepedulian dan pertumbuhan bersama di dalam organisasi.
Sementara itu, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry periode 2017-2024 Ira Puspadewi menekankan pentingnya menjaga ketenangan dalam menghadapi tekanan dan mengambil keputusan. Menurutnya, pemimpin perlu melakukan upaya terbaik secara profesional sembari menerima hasil dari setiap keputusan.
Di sisi lain, Grounded Business Coach Fahmi menyoroti praktik pengawasan berlebihan atau micromanagement yang dapat menghambat kemandirian tim. Menurutnya, pemimpin perlu membangun rasa memiliki dan tanggung jawab anggota tim agar pekerjaan dapat berjalan secara mandiri.