"Perusahaan harus hadir bersama masyarakat, bukan hanya ketika kebakaran terjadi. Edukasi, pelatihan, patroli bersama, dan pengembangan alternatif ekonomi harus dilakukan secara konsisten agar pencegahan benar-benar menjadi budaya bersama," ujar Eddy.
APHI dan GAPKI akan memperkuat koordinasi lintas sektor melalui edukasi dan penyadartahuan, patroli terpadu, pemberdayaan ekonomi alternatif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi deteksi dini, serta penguatan Masyarakat Peduli Api.
APHI dan GAPKI meyakini bahwa di tengah potensi fenomena El Niño dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan, penyampaian informasi publik mengenai prakiraan cuaca regional dan lokal melalui media massa perlu semakin diintensifkan.
Manajemen perusahaan juga diharapkan lebih aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta platform informasi cuaca lainnya. Langkah tersebut dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat kesiapsiagaan, serta melakukan pencegahan dini karhutla.
(Feby Novalius)