"Di tengah momentum kemerdekaan, kita juga diingatkan bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan dukungan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan, menguatkan, dan membantu sesuai kemampuan masing-masing, baik bagi masyarakat terdampak di NTT. Sekecil apa pun dukungan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi manfaat yang berarti," ujar Herdy, Selasa (18/8/2026).
Di sisi lain, InJourney Group tetap menggelar kegiatan Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan di Sarinah, Jakarta, untuk memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan pekerja seni, komunitas budaya, UMKM, pelaku pariwisata, dan masyarakat.
Kegiatan itu diawali dan diiringi doa bersama serta momen hening untuk masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di NTT dan sejumlah wilayah di Sumatra.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan momentum kemerdekaan dapat menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, termasuk mereka yang sedang menghadapi bencana.
"Kemerdekaan bagi kami adalah tentang bagaimana kita mengambil bagian dan memberikan manfaat. Melalui Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan, kami ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk berkarya, bagi budaya Indonesia untuk terus hidup, dan bagi berbagai elemen dalam ekosistem pariwisata untuk tumbuh bersama. Semangat ini kami hadirkan melalui gotong royong, kepedulian, dan kontribusi nyata," ujar Maya.
Sementara itu, kegiatan Kesenian Rakyat di Sarinah menghadirkan berbagai kesenian tradisional, seperti angklung, Tari Hudoq, Reog Ponorogo, dan Tari Topeng Kolosal yang melibatkan lebih dari 100 penari. Kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya.