JAKARTA - Bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus disalurkan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan di lapangan dengan fokus pada pangan, air minum, kesehatan, logistik tanggap darurat, dan kebutuhan kelompok rentan.
Hingga saat ini, bantuan yang telah dimobilisasi dan disalurkan antara lain 4.600 kilogram beras, 4.080 liter air minum, 32 dus mi instan, 21 dus susu UHT, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya. Untuk kelompok rentan, bantuan mencakup 65 kemasan popok bayi, 50 bungkus makanan bayi, dan 1.300 perlengkapan mandi.
Dukungan kesehatan juga diberikan berupa obat-obatan dan perlengkapan kesehatan dasar. Sementara itu, kebutuhan tempat tinggal sementara didukung melalui penyaluran terpal, kasur, bantal, dan selimut.
Salah satu titik penyaluran bantuan berada di Stasi Antonius Leda, Paroki Wajur, Desa Pangga Kampung Leda, Kolang. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung 23 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan saat ini mengungsi secara mandiri di tenda.
Penyaluran bantuan dikoordinasikan InJourney Group di NTT, bersama Satgas BUMN dan Posko Bencana Labuan Bajo. ITDC juga melakukan asesmen di sejumlah titik terdampak di sekitar Ring 1 Golomori, Manggarai Barat, sebagai dasar penentuan prioritas bantuan.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari upaya gotong royong di tengah situasi pascabencana.
"Di tengah momentum kemerdekaan, kita juga diingatkan bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan dukungan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan, menguatkan, dan membantu sesuai kemampuan masing-masing, baik bagi masyarakat terdampak di NTT. Sekecil apa pun dukungan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi manfaat yang berarti," ujar Herdy, Selasa (18/8/2026).
Di sisi lain, InJourney Group tetap menggelar kegiatan Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan di Sarinah, Jakarta, untuk memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan pekerja seni, komunitas budaya, UMKM, pelaku pariwisata, dan masyarakat.
Kegiatan itu diawali dan diiringi doa bersama serta momen hening untuk masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di NTT dan sejumlah wilayah di Sumatra.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan momentum kemerdekaan dapat menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, termasuk mereka yang sedang menghadapi bencana.
"Kemerdekaan bagi kami adalah tentang bagaimana kita mengambil bagian dan memberikan manfaat. Melalui Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan, kami ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk berkarya, bagi budaya Indonesia untuk terus hidup, dan bagi berbagai elemen dalam ekosistem pariwisata untuk tumbuh bersama. Semangat ini kami hadirkan melalui gotong royong, kepedulian, dan kontribusi nyata," ujar Maya.
Sementara itu, kegiatan Kesenian Rakyat di Sarinah menghadirkan berbagai kesenian tradisional, seperti angklung, Tari Hudoq, Reog Ponorogo, dan Tari Topeng Kolosal yang melibatkan lebih dari 100 penari. Kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya.
Direktur Utama Sarinah, Raisha Syarfuan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat.
"Bagi Sarinah, budaya selalu punya cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu kami ingin terus menghadirkan kegiatan yang membuat masyarakat bisa melihat dan merasakan keberagaman Indonesia," kata Raisha.
Adapun bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT menjadi salah satu bentuk dukungan InJourney Group bersama sejumlah entitas BUMN dalam merespons kebutuhan masyarakat pascabencana. Penyaluran dilakukan dengan mengacu pada kondisi dan kebutuhan di lapangan.
InJourney Group menyatakan dukungan tersebut akan terus dikoordinasikan dengan pihak terkait agar bantuan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
(Feby Novalius)