Kelola 177 Ton Emas, Indonesia Perkuat Ekosistem Bullion lewat IBMA 

Agustina Wulandari , Jurnalis
Kamis 20 Agustus 2026 14:49 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto (tengah) meresmikan berdirinya Indonesia Bulliion Market Association (IBMA). (Foto: dok Pegadaian)
Share :

JAKARTA - Satu tahun setelah peluncuran kegiatan usaha bullion (Layanan Bank Emas) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kinerja bullion bank mendapat antusias positif dari masyarakat. 

Satu tahun pertama Bank Emas telah membangun fondasi dan menunjukkan besarnya potensi ekosistem bullion Indonesia. Saat ini bullion bank di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas, di antaranya 153 ton emas yang dikelola oleh Pegadaian, serta 24 ton emas yang dikelola oleh BSI.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI tanggal 14 Agustus 2026. Presiden menilai Bank Emas Indonesia merupakan salah satu terobosan strategis yang mampu mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Cita-cita menjadikan industri bullion mendorong penguatan dan penetrasi ekosistem emas nasional di Indonesia semakin solid dengan komitmen dan dukungan pelaku usaha dan industri membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA).

Selasa (18/8), IBMA resmi dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi serta penguatan ekosistem industri nasional. Kehadirannya diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis bagi para pelaku industri dari hulu hingga hilir dalam memperkuat ekosistem pasar bulion nasional, serta mampu menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebijakan, peningkatan standar industri, serta penguatan daya saing pasar bullion nasional di tingkat regional maupun global.

Dengan integrasi yang lebih cepat, proses hilirisasi emas akan terjadi akselerasi akselerasi produk berbasis emas akan lebih beragam, dan Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya sebagai pusat pasar bullion di Asia Tenggara.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya