Karhutla Makin Meluas Sampai Kawasan Transmigrasi, Ini Respons Mentrans

Rohman Wibowo, Jurnalis
Senin 24 Agustus 2026 16:28 WIB
Karhutla (Foto: Okezone)
Share :

Kondisi cukup serius dialami oleh warga di kawasan permukiman transmigrasi Semanai (TR 4). Kobaran api yang merambat dari lahan tidur dan perkebunan gambut yang mengering telah melahap sedikitnya lima rumah warga, menewaskan sejumlah hewan ternak, serta memutus jalur air bersih dan menyelimuti kawasan sekitar dengan kabut asap pekat.

Iftitah menegaskan bahwa paradigma pengembangan kawasan transmigrasi modern saat ini tidak lagi menggunakan metode pembukaan lahan melalui pembabatan hutan secara masif. 

Namun, tebalnya lapisan tanah gambut kering yang terpapar kemarau panjang menjadi faktor alam utama yang memicu kemunculan titik-titik api tak terduga.

"Kami bersyukur bahwa saat ini transmigrasi tidak lagi babat-babat hutan seperti waktu yang lalu sehingga kita justru lebih pro-environment. Hanya memang kita tahu akibat kekeringan ini ada beberapa lahan dengan gambut yang sangat besar memicu munculnya titik api karena faktor alam, dan kami terus men-support rekan-rekan di pemerintahan yang bekerja menanganinya," jelas Iftitah.

Dalam memantau perkembangan di wilayah terdampak, Kementerian Transmigrasi mengoptimalkan peran posko pemantauan dan satuan tugas pendamping lapangan. Kendati demikian, kapasitas personel yang diterjunkan memiliki keterbatasan operasional di tengah luasnya perimeter kebakaran lahan gambut.

Keterlibatan tenaga pendamping di lapangan difokuskan pada pengumpulan data riil warga terdampak dan percepatan pelaporan situasi darurat ke pos komando. Iftitah mengakui penanganan kebakaran lahan gambut berskala besar membutuhkan dukungan alat pemadam berat dan logistik yang memadai.

"Jumlah Transmigran Edu-Patriot (TEP) di Kalimantan Barat terbatas, yakni sekitar enam orang per kawasan, sehingga pelibatannya terbatas dan fokus memberikan laporan berkala ke posko kami. Untuk menyelesaikan penanganan kebakaran hutan dan lahan ini memang memerlukan dukungan peralatan yang cukup," kata Iftitah.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya