Prancis-Arab Saudi Sepakat Perluas Investasi AI hingga Logistik

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 25 Agustus 2026 07:36 WIB
Pemerintah dan pelaku usaha Prancis serta Arab Saudi sepakat meningkatkan investasi dalam pertemuan meja bundar yang digelar di Paris. (Foto; Okezone.com/SPA)
Share :

JAKARTA - Pemerintah dan pelaku usaha Prancis serta Arab Saudi sepakat meningkatkan investasi dalam pertemuan meja bundar yang digelar di Paris, Senin 24 Agustus 2026. Kedua negara akan mengeksplorasi pengembangan sektor strategis, mulai dari energi, transportasi dan logistik hingga kecerdasan buatan (AI) serta infrastruktur digital.

Pertemuan yang digelar Kementerian Investasi Arab Saudi itu mempertemukan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, dan CEO perusahaan besar dari kedua negara. Forum tersebut berlangsung di tengah meningkatnya hubungan ekonomi dan investasi Prancis-Arab Saudi.

Dalam pertemuan itu, para pemimpin bisnis membahas empat bidang utama. Keempatnya meliputi pembiayaan dan pengembangan destinasi transformatif, pengembangan kemitraan industri menjadi proyek yang dapat diimplementasikan, pengembangan transportasi dan logistik untuk memperkuat integrasi ekonomi, serta pembangunan masa depan digital melalui AI dan infrastruktur digital.

Menteri Investasi Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif mengatakan hubungan Arab Saudi dan Prancis telah berlangsung selama satu abad. Menurut dia, hubungan tersebut memiliki peluang besar untuk diperluas melalui keselarasan kemampuan Prancis dengan agenda transformasi ekonomi Arab Saudi.

"Kapabilitas Prancis di bidang teknologi, industri, keuangan, dan inovasi sejalan dengan ambisi Saudi Vision 2030," kata Al-Saif dalam pertemuan tersebut, seperti dilansir Saudi Press Agency (SPA), Selasa (25/8/2026).

Al-Saif mengatakan keselarasan tersebut tercermin dalam perkembangan investasi Prancis di Arab Saudi. Nilai stok investasi langsung Prancis di Arab Saudi mencapai SAR63,9 miliar atau sekitar EUR16,3 miliar pada 2024. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2021 dan menempatkan Prancis sebagai sumber investasi asing langsung terbesar keempat bagi Arab Saudi.

Sementara itu, investor Prancis telah mengantongi 651 izin investasi yang tersebar di 18 sektor di Arab Saudi. Arus masuk investasi asing langsung ke negara tersebut juga mencapai sekitar SAR23,9 miliar atau EUR6,1 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 2,4% secara tahunan.

Menurut Al-Saif, transformasi ekonomi melalui Saudi Vision 2030 telah menciptakan peluang baru bagi perusahaan Prancis untuk memperluas operasinya di Arab Saudi. Sektor yang dinilai memiliki prospek besar antara lain energi, jasa keuangan, infrastruktur digital, manufaktur maju, transportasi dan logistik, gim, serta pariwisata.

"Saudi Vision 2030 telah mentransformasi perekonomian dan menciptakan peluang pertumbuhan bagi perusahaan-perusahaan Prancis untuk memperluas operasi mereka di Kerajaan," ujar Al-Saif.

Ia menjelaskan, aktivitas ekonomi nonmigas kini menyumbang lebih dari 50% terhadap produk domestik bruto (PDB) Arab Saudi. Investasi juga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan dan diversifikasi ekonomi negara tersebut.

Di sektor energi, kerja sama Arab Saudi dan Prancis selama ini mencakup minyak, gas, serta petrokimia. Namun, ruang kerja sama kini berkembang ke energi bersih dan energi terbarukan seiring dengan upaya Arab Saudi melakukan transisi energi.

Sektor keuangan juga menjadi salah satu bidang yang dinilai strategis. Al-Saif mengatakan pengembangan sistem keuangan Saudi membuka peluang baru bagi investor asing, termasuk melalui jasa keuangan, asuransi, serta aktivitas merger dan akuisisi.

Peluang investasi juga terbuka di industri gim dan esports. Al-Saif menyebut rata-rata pendapatan per pemain di Arab Saudi sekitar 7% lebih tinggi dibandingkan rata-rata global dan sekitar 4,5 kali lipat dari rata-rata kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Menurut dia, pasar yang didominasi populasi muda dengan tingkat keterlibatan tinggi tersebut dapat menjadi basis pengembangan kekayaan intelektual Saudi, produksi konten, penciptaan lapangan kerja berkeahlian khusus, serta pembangunan perusahaan yang mampu bersaing secara global.

Al-Saif juga mendorong perusahaan Prancis untuk memanfaatkan Arab Saudi sebagai basis regional. Program Regional Headquarters (RHQ) telah menarik lebih dari 750 perusahaan, termasuk 39 perusahaan Prancis yang beroperasi di delapan sektor.

Ia mengatakan kebijakan tersebut dapat memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat bagi perusahaan internasional untuk mengelola operasi mereka di kawasan.

"Perusahaan-perusahaan Prancis perlu mengidentifikasi peluang investasi di Kerajaan yang memungkinkan kapabilitas, teknologi, dan modal mereka memberikan kontribusi," kata Al-Saif.

Ia juga meminta pihak Saudi menyampaikan proyek-proyek yang memiliki potensi tinggi, kebutuhan investasi, serta langkah-langkah yang diperlukan agar proyek tersebut dapat direalisasikan.

Sementara itu, Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Roland Lescure menilai kemitraan strategis antara Prancis dan Arab Saudi memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi dan logistik kedua negara.

Lescure mengatakan Arab Saudi telah menunjukkan perannya sebagai mitra yang dapat diandalkan dalam menjaga stabilitas pasar energi global. Ia juga menilai posisi Arab Saudi sebagai penghubung antara Timur Tengah dan Eropa di sektor energi dan logistik menjadi salah satu fondasi penting bagi keamanan bersama kedua negara.

Dalam kerja sama investasi jangka panjang, Lescure menyoroti upaya kedua negara meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi. Ia juga mengatakan pembukaan kantor Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi di Paris mencerminkan upaya untuk meningkatkan investasi Saudi di Prancis.

Menurut Lescure, terdapat keselarasan antara Saudi Vision 2030 dan France 2030. Ia menilai kehadiran perusahaan Prancis di Arab Saudi kini telah berkembang dari sekadar menjual produk dan jasa menjadi kerja sama produksi serta kemitraan jangka panjang.

Hubungan perdagangan kedua negara terus berkembang. Nilai perdagangan bilateral Prancis dan Arab Saudi mencapai SAR44,2 miliar pada 2025. Pada saat yang sama, meningkatnya investasi dan kehadiran perusahaan Prancis menunjukkan semakin luasnya peluang kerja sama ekonomi kedua negara.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya