Menurut Bahlil, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan lahan sekitar 1.000 hektare untuk pengembangan energi surya. Dari total lahan tersebut, sekitar 320 hektare telah disiapkan untuk tahap awal pembangunan.
"Wayan Koster sudah siapkan tanah 1.000 hektare di lokasi ini 320 hektare, ditambah lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan dan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan program tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun," kata Prasetyo dalam keterangannya.