Pada 2026, Prasetyo menyebut pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Sementara itu, Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sedangkan kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.
"Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp," ucapnya.
Sepanjang 2025, lanjut Prasetyo, pemerintah telah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan (EBT), yang terdiri atas 12 PLTS dan tiga PLTMH, dengan nilai Rp103,3 miliar. Pembangunan tersebut melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.
Pada 2026, pembangunan berlanjut di 39 lokasi PLTS Terpadu di wilayah 3T untuk 4.259 rumah tangga dengan anggaran Rp450,2 miliar serta tiga lokasi PLTMH untuk 464 rumah tangga dengan anggaran Rp50,4 miliar.
"Program Listrik Desa telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi, dengan 220.845 rumah tangga tidak mampu menerima manfaat BPBL," ujarnya.