Dengan adanya penerbangan langsung, masyarakat Lampung yang memiliki kebutuhan pengobatan di Malaysia kini memiliki pilihan perjalanan yang lebih praktis tanpa harus terlebih dahulu menuju Jakarta.
"Jadi mungkin dengan adanya penerbangan langsung lebih aman dan dekat untuk mereka datang ke sini," tuturnya.
Malaysia Juga Bidik Wisatawan Lampung
Selain membawa masyarakat Lampung ke Malaysia, TransNusa melihat peluang sebaliknya, yakni mendatangkan wisatawan Malaysia ke Lampung.
Bernard menilai Lampung memiliki potensi wisata yang cukup besar dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa sebagai pasar domestik sekaligus berbagai destinasi wisata alam yang bisa dikembangkan untuk wisatawan asing.
Malaysia sendiri memiliki berbagai program untuk menarik wisatawan. Dari Kuala Lumpur, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai wilayah lain menggunakan penerbangan maupun kereta.
"Tourism Malaysia membuat banyak rancangan untuk wisata di Malaysia, bukan hanya di Kuala Lumpur, di seluruh Malaysia," katanya.
Menurut Bernard, pola perjalanan serupa juga dapat dikembangkan untuk wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia. Dengan adanya penerbangan langsung, Lampung bisa menjadi alternatif destinasi baru selain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali dan Lombok.
"Jadi kita coba beri alternatif opsi wisata di Indonesia bukan hanya di Pulau Jawa, Lombok atau Bali, tapi juga di Bandar Lampung yang jaraknya relatif dekat," ungkapnya.
Dengan konektivitas langsung tersebut, TransNusa berharap hubungan Lampung dan Malaysia tidak hanya berkembang di sektor pariwisata, tetapi juga semakin kuat melalui bisnis, kerja sama pemerintahan, kebutuhan tenaga kerja, umrah hingga layanan kesehatan
(Taufik Fajar)