Bandara Soekarno-Hatta Ditutup hingga 09.30 WIB Akibat Abu Vulkanik Krakatau

Feby Novalius, Jurnalis
Minggu 06 September 2026 07:38 WIB
Bandara Soetta (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA — Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Krakatau. Berdasarkan NOTAM terbaru AirNav Indonesia, penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyampaikan bahwa Bandara Soekarno-Hatta sempat berstatus Aerodrome Closed pada pukul 01.30–05.30 WIB berdasarkan NOTAM A3341/26. Penutupan tersebut dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan indikasi positif adanya sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 33 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta. Pada rute internasional, terdapat 16 penerbangan dibatalkan, 7 penerbangan ditunda, dan 5 penerbangan dijadwalkan kembali. 

Sementara pada rute domestik, terdapat 4 penerbangan dibatalkan dan 1 penerbangan dialihkan ke bandara lain.

InJourney Airports juga mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta. Prosedur tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan, bus untuk mengantar penumpang terdampak menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai, serta penyediaan sejumlah area khusus di terminal.

 

Dampak sebaran abu vulkanik juga terjadi di Bandara Radin Inten II Lampung. Berdasarkan informasi InJourney Airports, status Aerodrome Closed di bandara tersebut ditetapkan pada pukul 07.00–08.00 WIB, sehingga berdampak terhadap tiga penerbangan domestik dengan rute dari dan menuju Jakarta.

InJourney Airports menyatakan prosedur SRA juga akan diterapkan di bandara-bandara lainnya apabila terdapat penumpang yang terdampak efek berantai akibat penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II.

Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing. Status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya