Sementara itu, Voice Cloning memungkinkan pengembang menciptakan suara yang unik atau mereplikasi suara tertentu untuk digunakan oleh agen AI.
Dengan demikian, robot pendamping maupun asisten virtual dapat memiliki karakter suara yang lebih khas dan mudah dikenali, alih-alih menggunakan suara generik yang terdengar serupa di berbagai perangkat.
Untuk pasar Indonesia, di mana unsur keakraban dan sentuhan personal cukup penting dalam pengalaman konsumen, kemampuan itu berpotensi membuat interaksi dengan perangkat terasa lebih dekat dan tidak sekadar transaksional.
“Physical AI merupakan perubahan besar berikutnya dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Seiring conversational AI bergerak dari layar ke berbagai perangkat di sekitar kita, perusahaan yang akan menonjol adalah mereka yang mampu menghadirkan interaksi yang terasa alami, personal, dan benar-benar bermanfaat,” ujar Wu.
(Dani Jumadil Akhir)