Industri Diminta Perbaiki Credit Scoring
Nailul menilai industri pindar tidak akan mengalami persoalan apabila skema Tadpole tidak lagi digunakan. Penyelenggara masih dapat menerapkan skema cicilan biasa yang membagi kewajiban pembayaran secara lebih merata pada setiap periode.
Menurutnya, penghentian skema Tadpole justru dapat mendorong platform memperbaiki sistem penilaian kelayakan kredit atau credit scoring agar lebih prudent.
“Jika skema Tadpole tidak dipakai, industri pindar kan tidak ada masalah juga dengan skema biasa. Justru saya pribadi melihat ada tekanan ke platform untuk membuat sistem credit scoring yang lebih prudent,” katanya.
Selama ini, kata Nailul, platform menganggap skema Tadpole dapat digunakan untuk mengantisipasi tingginya risiko gagal bayar. Padahal, penerapan skema tersebut membuat peminjam harus menghadapi beban pembayaran yang tinggi sejak awal.
“Selama ini kan platform beranggapan untuk menghindari gagal bayar tinggi, maka Tadpole, justru Tadpole ini bisa membuat borrower harus membayar tinggi di awal,” ujarnya.
(Feby Novalius)