Lewat integrasi DTSEN, pemerintah mulai mengeliminasi secara gradual penerima bansos yang berada di desil 6 hingga desil 9 untuk dialokasikan kepada masyarakat di kelompok desil bawah yang belum pernah menerima bantuan.
Meski demikian, Agus membeberkan bahwa penataan ulang basis data penerima tidak akan dieksekusi secara drastis demi mencegah gejolak sosial di tengah masyarakat.
"Kalau kita pindahkan langsung, bayangkan akan ada sekian juta orang yang tiba-tiba tidak menerima bansos, shock. Makanya sekarang bertahap, kita pelan-pelan," jelasnya.
Melalui konsolidasi DTSEN ini, pemerintah optimistis dapat menekan angka misaus/exclusion error sehingga alokasi bansos dapat disalurkan secara adil kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
(Dani Jumadil Akhir)