Bagi Ahmad Rizal, jutaan ton pengadaan dan cadangan beras pada akhirnya memiliki wajah manusia. Di balik angka tersebut ada petani yang turun ke sawah sebelum matahari terbit, ada Bulogers yang bergerak menjemput hasil panen dan menjaga kualitas beras di gudang, ada armada yang mengantarkan pangan melintasi wilayah, serta ada keluarga Indonesia yang membutuhkan kepastian bahwa beras tetap tersedia.
Oleh karena itu, makna terbesar dari pencapaian 4 juta ton bukan hanya pada terciptanya sebuah rekor, melainkan semakin kuatnya jembatan antara produksi petani dan kebutuhan masyarakat. BULOG pun terus diarahkan untuk menjalankan amanah sebagai instrumen negara yang hadir dari hulu sampai hilir menyerap ketika petani membutuhkan kepastian pasar dan menyalurkan ketika masyarakat membutuhkan pangan.
15 bulan kepemimpinan Ahmad Rizal Ramdhani menjadi sebuah perjalanan dari heroisme Zeni menuju bulir padi. Dari pengalaman membangun jalan dan jembatan, menghadapi bencana, bekerja bersama masyarakat hingga mengawal urusan pangan, benang merahnya tetap sama: membuka jalan agar kehidupan terus bergerak.
Rekor pengadaan 4 juta ton setara beras, penguatan stok hingga lebih dari 5 juta ton, serta keberlanjutan berbagai program pangan menjadi bagian dari tinta emas yang ditorehkan bersama seluruh insan BULOG. Sebab pada akhirnya, pangkat dapat ditanggalkan dan jabatan akan berganti, tetapi jejak pengabdian akan tinggal. Dan di BULOG, jejak itu menemukan bentuk paling sederhananya memastikan bulir hasil kerja petani tidak berhenti di sawah atau gudang, tetapi terus bergerak hingga menjadi pangan di meja rakyat.
Di situlah semangat “BULOG Mengantarkan Kebaikan” memperoleh maknanya karena kebaikan tidak cukup disimpan, harus sampai dan diantarkan.
(Anindita Trinoviana)