Fleksibilitas ini membuat pemerintah dapat bergerak responsif menyesuaikan ritme penerbitan dengan kondisi imbal hasil (yield) dan volatilitas di pasar keuangan.
“Kalau lagi bagus pasarnya, kita terbitkan. Lagi kurang bagus pasarnya, kita agak lakukan adjustment sedikit,” tambahnya.
Kementerian Keuangan memastikan tata kelola pembiayaan utang negara tetap mengedepankan keseimbangan antara efisiensi beban biaya dana (cost of fund) dan mitigasi risiko pembiayaan, diimbangi dengan koordinasi erat bersama Bank Indonesia guna menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
(Dani Jumadil Akhir)