JAKARTA - Investasi crypto semakin diminati karena perkembangan teknologi blockchain membuat aset digital lebih mudah diakses oleh masyarakat. Namun, pemula tetap perlu memahami cara kerja pasar sebelum membeli aset.
Dengan menentukan tujuan, mengenali aset, memilih platform, mengatur modal, dan memahami risiko, investor dapat menjalankan investasi secara lebih terencana sehingga tidak mudah mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren pasar.
Salah satu aplikasi crypto yang menyediakan fitur investasi adalah Pintu. Platform ini memiliki banyak fitur, tampilan yang sederhana cocok untuk pemula dan profesional, memiliki lebih dari 400 aset crypto, dan pastinya aplikasi ini telah terdaftar di OJK.
Bagi pemula yang ingin mengikuti perkembangan pasar, informasi mengenai harga Solana hari ini dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami kondisi aset tersebut. Namun, investor tidak sebaiknya menjadikan harga terkini sebagai satu-satunya dasar keputusan karena harga crypto dapat bergerak dengan cepat.
Selain Solana, investor dapat mempelajari harga Ethereum untuk membandingkan pergerakan aset crypto lainnya. Ethereum memiliki ekosistem dan fungsi yang berbeda sehingga faktor yang mempengaruhi nilainya juga dapat berbeda. Dengan mempelajari beberapa aset, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih luas sebelum menentukan strategi investasi.
Jika kamu ingin melakukan investasi crypto, berikut 10 langkah yang bisa kamu lakukan:
Investor perlu mengetahui alasan mereka membeli crypto, misalnya untuk diversifikasi portofolio atau membangun aset dalam jangka panjang. Karena tujuan setiap orang berbeda, investor perlu menentukan jangka waktu dan target yang realistis sebelum mulai membeli.
Tujuan investasi juga membantu investor menghadapi volatilitas pasar. Ketika harga mengalami perubahan tajam, investor dapat kembali melihat rencana yang telah dibuat sehingga tidak langsung mengambil keputusan berdasarkan emosi.
Investor harus mempelajari aset yang ingin dibeli. Jangan hanya melihat kenaikan harga karena pergerakan tersebut tidak selalu menunjukkan kondisi fundamental suatu proyek. Sebaliknya, investor dapat mempelajari fungsi aset, teknologi, ekosistem, pengembang, tingkat adopsi, serta perkembangan proyek.
Investor juga dapat membandingkan beberapa aset sebelum menentukan pilihan. Dengan melakukan perbandingan, investor dapat memahami perbedaan karakter masing-masing crypto. Selain itu, investor dapat menghindari keputusan yang hanya berdasarkan rekomendasi dari media sosial atau tren sesaat.
Investor perlu memilih platform yang menyediakan layanan jual beli crypto secara aman dan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain fitur transaksi, biaya, keamanan, pilihan aset, kemudahan penggunaan, serta ketentuan yang berlaku.
Pintu menjadi salah satu platform yang menyediakan layanan jual beli aset crypto di Indonesia. Pengguna dapat membuat akun melalui aplikasi Pintu, kemudian menyelesaikan proses verifikasi identitas sesuai ketentuan. Setelah akun aktif, pengguna dapat melakukan deposit rupiah dan membeli aset crypto yang tersedia.
Selain layanan reguler, Pintu juga menyediakan Pintu Pro dengan fitur perdagangan yang lebih lengkap. Namun, pemula tetap perlu memahami fungsi setiap fitur terlebih dahulu sehingga dapat menggunakan platform sesuai kebutuhan.
Setelah memilih platform, investor perlu menentukan jumlah dana yang akan digunakan. Sebaiknya investor menggunakan uang dingin, yaitu dana yang tidak diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari dalam waktu dekat.
Investor juga tidak harus langsung menggunakan modal besar. Sebaliknya, pemula dapat memulai dengan nominal yang sesuai kemampuan dan kemudian mengevaluasi pengalaman investasinya.
Investor dapat mempertimbangkan pembelian secara bertahap karena strategi tersebut membuat alokasi dana menjadi lebih teratur. Salah satu metode yang dapat dipelajari adalah dollar-cost averaging atau DCA, yaitu membeli aset dengan nominal tertentu secara berkala
Melalui pembelian berkala, investor tidak harus selalu mencoba menentukan waktu ketika harga berada di titik terendah. Namun, strategi ini tetap memiliki risiko karena harga crypto dapat mengalami penurunan dalam periode tertentu.
Setelah membeli crypto, investor perlu memahami cara menyimpan aset dengan aman. Platform menyediakan penyimpanan melalui akun pengguna, sedangkan sebagian investor memilih menggunakan wallet pribadi sesuai kebutuhan.
Jika investor menggunakan wallet pribadi, mereka harus menjaga private key atau seed phrase. Informasi tersebut bersifat sensitif sehingga investor tidak boleh membagikannya kepada pihak lain.
Rencana investasi dapat membantu investor menjalankan strategi secara konsisten. Investor dapat menentukan aset yang ingin dibeli, nominal pembelian, frekuensi transaksi, serta jangka waktu investasi.
Selain itu, investor dapat menentukan jadwal evaluasi. Misalnya, investor dapat memeriksa portofolio setiap bulan atau setiap beberapa bulan. Dengan cara tersebut, investor tidak perlu mengambil keputusan setiap kali harga mengalami perubahan kecil.
Investor perlu mengikuti perkembangan pasar agar dapat memahami faktor yang mempengaruhi aset. Selain harga, investor dapat memperhatikan perkembangan teknologi, regulasi, kondisi ekonomi, serta berita yang berkaitan dengan proyek crypto.
Namun, investor tidak perlu memantau harga setiap saat. Sebaliknya, investor dapat menentukan jadwal untuk mengevaluasi portofolio sehingga aktivitas investasi tidak berubah menjadi keputusan impulsif.
Investor dapat mempertimbangkan diversifikasi dengan tidak menempatkan seluruh dana pada satu aset. Misalnya, investor dapat mempelajari beberapa aset crypto dengan karakter berbeda sebelum menentukan alokasi.
Diversifikasi dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap satu aset, tetapi strategi tersebut tidak menghilangkan risiko. Pasar crypto dapat mengalami penurunan secara bersamaan sehingga beberapa aset tetap dapat mengalami kerugian dalam periode yang sama.
Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi. Investor dapat mencatat jumlah modal, aset yang dimiliki, harga pembelian, serta perkembangan portofolio. Dengan pencatatan tersebut, investor dapat melihat apakah strategi yang digunakan masih sesuai dengan tujuan awal.
Evaluasi juga membantu investor menemukan pola kesalahan. Jika investor terlalu sering membeli karena mengikuti tren, misalnya, catatan transaksi dapat menunjukkan kebiasaan tersebut. Setelah mengetahuinya, investor dapat memperbaiki strategi dan membuat aturan investasi yang lebih disiplin.
Pada akhirnya, investasi crypto bagi pemula membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan. Investor perlu memahami aset, memilih platform seperti Pintu, menyiapkan modal, menentukan strategi, menjaga keamanan, dan melakukan evaluasi.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
(Agustina Wulandari )