JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mengadakan berbagai sarana perkeretaapian dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dengan total nilai kontrak yang dihimpun mencapai Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun.
Pengadaan tersebut mencakup 612 kereta Stainless Steel New Generation untuk layanan antarkota, sarana Commuter Line baru dan hasil retrofit, 31 rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, serta 1.125 gerbong datar untuk mendukung angkutan barang di Sumatra Selatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengadaan sarana perkeretaapian membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas produk yang konsisten, dan ketepatan waktu penyelesaian kontrak.
"Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
Salah satu proyek utama dalam kerja sama tersebut adalah pengadaan 612 kereta Stainless Steel New Generation senilai Rp5,5 triliun. Seluruh kereta tersebut disusun menjadi 56 rangkaian untuk program penggantian sarana periode 2023–2027.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI. Sebanyak 39 rangkaian telah beroperasi melayani pelanggan, sedangkan satu rangkaian lainnya masih menjalani persiapan operasional.