KAI Siapkan Rp14,88 Triliun Beli Kereta Buatan INKA

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Selasa 13 Oktober 2026 20:15 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mengadakan berbagai sarana perkeretaapian dari PT Industri Kereta Api (Persero). (Foto: Okezone.com/KAI)
Share :

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mengadakan berbagai sarana perkeretaapian dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dengan total nilai kontrak yang dihimpun mencapai Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun.

Pengadaan tersebut mencakup 612 kereta Stainless Steel New Generation untuk layanan antarkota, sarana Commuter Line baru dan hasil retrofit, 31 rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, serta 1.125 gerbong datar untuk mendukung angkutan barang di Sumatra Selatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengadaan sarana perkeretaapian membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas produk yang konsisten, dan ketepatan waktu penyelesaian kontrak.

"Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Salah satu proyek utama dalam kerja sama tersebut adalah pengadaan 612 kereta Stainless Steel New Generation senilai Rp5,5 triliun. Seluruh kereta tersebut disusun menjadi 56 rangkaian untuk program penggantian sarana periode 2023–2027.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI. Sebanyak 39 rangkaian telah beroperasi melayani pelanggan, sedangkan satu rangkaian lainnya masih menjalani persiapan operasional.

Di sektor transportasi perkotaan, KAI Group mengalokasikan Rp4,07 triliun untuk pengadaan Commuter Line baru dan program retrofit. Pengadaan sarana baru mencakup 16 rangkaian atau 192 kereta senilai hampir Rp3,83 triliun. Sementara itu, program retrofit dua rangkaian menelan biaya lebih dari Rp238,63 miliar.

Hingga saat ini, tujuh dari 16 rangkaian Commuter Line baru atau sebanyak 84 kereta telah beroperasi. Sembilan rangkaian lainnya masih menjalani proses produksi, pengujian, sertifikasi, dan persiapan operasional.

KAI dan INKA juga bekerja sama dalam pengadaan 31 rangkaian LRT Jabodebek yang terdiri atas 186 kereta. Nilai kontrak proyek tersebut berkisar Rp3,9 triliun hingga Rp4,1 triliun.

LRT Jabodebek menggunakan teknologi otomatis Grade of Automation 3 (GoA3). Pada semester I 2026, layanan tersebut mengangkut 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain sarana angkutan penumpang, KAI juga mengadakan 10 kereta luxury berkapasitas masing-masing 26 kursi serta satu unit tambahan untuk cadangan perawatan. Total nilai kontrak pengadaan tersebut mencapai Rp161,16 miliar.

Untuk mendukung angkutan logistik, KAI dan INKA juga bekerja sama dalam pengadaan 1.125 gerbong datar BM berkapasitas 54 ton dengan nilai kontrak Rp1,05 triliun. Sarana tersebut disiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi angkutan barang di Sumatra Selatan, terutama batu bara yang menjadi salah satu sumber energi pembangkit listrik nasional.

Anne mengatakan, pengadaan berbagai sarana tersebut membuka peluang bagi industri perkeretaapian nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat rantai pasok dalam negeri. Namun, pemenuhan kebutuhan operator harus diimbangi dengan kemampuan manufaktur untuk menyelesaikan pesanan tepat waktu dan sesuai standar.

Menurut dia, kapasitas produksi, konsistensi mutu, ketersediaan rantai pasok, dan dukungan layanan purnajual menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kerja sama antara operator kereta api dan produsen dalam negeri.

"Kepercayaan kepada industri nasional dibangun melalui kualitas produk dan konsistensi dalam memenuhi komitmen. KAI Group berharap kolaborasi bersama INKA terus menghasilkan sarana yang aman, andal, serta mampu mendukung peningkatan pelayanan transportasi publik dan logistik nasional," kata Anne.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya