Veronica mengatakan, kolaborasi lintas lini usaha dapat membantu mitra mengembangkan segmen pelanggan dan memperluas pemasaran produk wisata Indonesia.
“Setiap pasar memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami membuka ruang kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra dan potensi masing-masing destinasi,” katanya.
InJourney mengarahkan pertemuan bisnis dalam JWITF 2026 untuk menjajaki peluang komersial yang dapat ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir. Tindak lanjut tersebut dapat berupa pembahasan kontrak, kemitraan distribusi, pengembangan penawaran, maupun kerja sama pemasaran.
Melalui strategi tersebut, InJourney berupaya memperkuat jaringan distribusi dan meningkatkan peluang bisnis di sektor pariwisata. Namun, realisasi dampaknya terhadap kinerja usaha akan bergantung pada tindak lanjut penjajakan dan kerja sama yang terbentuk.
(Feby Novalius)