- Pengembang perangkat lunak: USD 10–100 per jam atau sekitar Rp179 ribu–Rp1,79 juta.
Upwork menjelaskan bahwa tarif freelancer dipengaruhi oleh keahlian, pengalaman, tingkat permintaan, dan ruang lingkup pekerjaan. Angka tersebut merupakan acuan tarif yang ditawarkan freelancer di platform, bukan jaminan penghasilan yang akan diterima setiap pekerja.
Selain bekerja berdasarkan jam atau proyek, pekerja remote juga dapat melamar posisi dengan kontrak tetap dan pembayaran bulanan. Besarannya bergantung pada perusahaan, jabatan, pengalaman, serta kebijakan pengupahan yang berlaku.
Sebagai ilustrasi, gaji USD 300–800 per bulan setara dengan sekitar Rp5,38 juta–Rp14,35 juta jika menggunakan kurs Rp17.938 per USD. Rentang tersebut sekitar 1,6–4,2 kali rata-rata upah buruh Indonesia yang mencapai Rp3,39 juta per bulan pada Mei 2026, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Namun, perbandingan tersebut hanya menggambarkan nilai nominal. Penghasilan pekerja remote tidak selalu sebanding dengan upah buruh nasional karena perbedaan jenis pekerjaan, jam kerja, status hubungan kerja, dan biaya yang ditanggung pekerja.
Sebagian perusahaan juga menerapkan kebijakan location-based pay atau pengupahan berdasarkan lokasi pekerja. Artinya, posisi yang menawarkan gaji tertentu di Amerika Serikat belum tentu memberikan nominal yang sama kepada pekerja yang tinggal di Indonesia.
Pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), rekayasa perangkat lunak, analisis data, dan konsultasi teknologi, memiliki rentang tarif yang relatif tinggi.
Menurut panduan tarif Upwork 2026, tarif ahli machine learning berada di kisaran USD 50–200 per jam. Dengan kurs Rp17.938 per USD, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp897 ribu–Rp3,59 juta per jam.