5 Fakta Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Asap Meluas hingga Papua dan Maluku

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 19 Oktober 2026 09:15 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional 1.813 penerbangan di Indonesia selama periode 11 Agustus hingga 12 Oktober 2026. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

Asap karhutla dapat menurunkan jarak pandang sehingga mengganggu keselamatan operasional pesawat, terutama saat lepas landas dan mendarat.

Karena itu, maskapai dapat membatalkan, menunda, atau mengalihkan penerbangan apabila jarak pandang tidak memenuhi batas minimum keselamatan.

Lukman mengatakan, Kemenhub terus memantau kondisi penerbangan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara serta berkoordinasi dengan pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan maskapai.

Kemenhub juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah untuk memantau kondisi cuaca dan perkembangan dampak karhutla.

4. Pemerintah Kerahkan Operasi Pemadaman dari Udara

Di tengah gangguan penerbangan, pemerintah juga menjalankan operasi pemadaman karhutla melalui udara.

Selama periode 20 April hingga 11 Oktober 2026, operasi pengeboman air (water bombing) mencapai 5.006 siklus penerbangan dengan melibatkan 38 pesawat sipil asing yang dioperasikan oleh 11 operator.

Operasi tersebut dilakukan di sejumlah wilayah rawan karhutla, antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya