Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky menjelaskan bahwa di tengah tekanan terhadap mata uang Garuda serta risiko arus modal keluar (capital outflow), bank sentral diproyeksikan akan mengutamakan langkah stabilisasi rupiah ketimbang mengerek tingkat suku bunga.
"Kami memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan Suku Bunga BI di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur Oktober 2026, sambil tetap bersiap untuk merespons jika tekanan terhadap Rupiah semakin meningkat," ujar Riefky dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Keputusan tersebut dinilai realistis demi menjaga stabilitas mata uang dan menahan arus modal keluar (capital outflow), di tengah tekanan defisit neraca pembayaran serta penyesuaian pasar ekuitas domestik.
(Taufik Fajar)