JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menceritakan soal pertemuannya dengan pemerintah dan perusahaan Jepang terkait kelanjutan pengembangan Blok Masela di Maluku yang tertunda selama puluhan tahun. Setelah mendapat peringatan bahwa konsesi dapat dicabut jika tidak kunjung dikerjakan, perusahaan pengelola proyek, INPEX Corporation, berkomitmen memulai aktivitas dalam enam bulan ke depan.
Prabowo bertemu dengan perwakilan Jepang untuk meminta kepastian apakah Inpex masih berkomitmen melanjutkan proyek tersebut.
Prabowo menegaskan, pemerintah tidak bisa terus membiarkan konsesi sumber daya alam terbengkalai ketika Indonesia membutuhkan investasi dan pengembangan sektor energi untuk mendorong perekonomian nasional.
“Saya terbang ke Jepang, saya ketemu tokoh-tokoh Jepang. Saya tanya dengan hormat dan sopan, pihak Jepang, Inpex masih tertarik mengerjakan? Kalau tidak, terpaksa kami harus mencabut, karena rakyat kami sangat membutuhkan, rakyat kami banyak yang hidupnya susah,” ujar Prabowo, dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurut Prabowo, pihak Inpex kemudian menyatakan kesediaannya untuk memulai aktivitas dalam enam bulan. Pemerintah akan memantau realisasi komitmen tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Insyaallah kemarin mereka hadir dan mereka janji dalam enam bulan akan mulai kegiatan aktivitas. Ya, kita lihat saja nanti,” katanya.