Luhut Ingin RI Saingi Singapura Tarik Dana Lewat Family Office

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Selasa 27 Oktober 2026 21:57 WIB
Luhut (Foto: Okezone)
Share :

Luhut menyebut rencana pembentukan family office di Bali berkaitan erat dengan kepastian hukum di Indonesia. Menurut dia, calon investor, termasuk dari Timur Tengah, telah menyampaikan ketertarikannya secara langsung kepada Luhut untuk mempertimbangkan penempatan dana di Indonesia, khususnya Bali.

Namun, kepastian hukum masih menjadi salah satu keraguan bagi investor.

"Mereka pengin mempertimbangkan untuk serius masuk di Indonesia, dan mereka spesifik menjelaskan Bali. Karena mereka masalah keamanan. Tapi di situ selalu di mereka katakan, 'Bagaimana kepastian hukum?' gitu. Itu pertanyaan-pertanyaan yang terus," kata Luhut.

Karena itu, Luhut mengaitkan rencana family office dengan pembahasan penyempurnaan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Pemerintah, kata dia, ingin memperkuat kepastian hukum agar Indonesia dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Diketahui, Luhut bersama Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra juga berencana memfinalisasi pembahasan penyempurnaan UU Tipikor dalam sepekan ke depan sebelum melaporkan hasilnya secara tertulis kepada Presiden Prabowo Subianto.

Yusril mengatakan, pembahasan tersebut tidak bertujuan menghapus unsur kerugian keuangan negara dalam tindak pidana korupsi. Pemerintah, lanjutnya, ingin memperjelas pengertian keuangan negara untuk memberikan kepastian hukum.

“Dari diskusi-diskusi sebelumnya memang sudah dicapai satu pemahaman bahwa kita bukan mau menghapuskan unsur kerugian negara yang sekarang banyak sekali disalahpahami oleh masyarakat, tapi justru ingin mempertegas sebenarnya apakah yang dimaksud dengan kerugian keuangan negara itu sendiri,” kata Yusril dalam konferensi pers seusai pertemuan.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya