JAKARTA – Perum Bulog mengungkap modus pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium. Pelaku diduga membeli beras SPHP melalui aplikasi resmi Klik SPHP sebelum mengemas ulang produk tersebut untuk dipasarkan sebagai beras premium.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, proses pembelian beras melalui aplikasi Klik SPHP sebenarnya telah dilakukan sesuai prosedur. Namun, beras yang dibeli tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum pemilik Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan mitra Bulog.
"Kami temukan oknum yang membeli beras tersebut melalui program Klik SPHP. Jadi, proses pembeliannya sesuai prosedur, ya. Proses pembeliannya melalui Klik SPHP sesuai prosedur," kata Rizal dalam konferensi pers, Kamis (29/10/2026).
Menurut Rizal, aplikasi Klik SPHP digunakan oleh RPK maupun pengecer pasar yang telah terdaftar dalam sistem Bulog. Setiap pembeli memiliki identitas yang tercatat di kantor Bulog, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Data tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi Bulog untuk mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan pengemasan ulang beras SPHP di kawasan Matraman, Jakarta Timur.