Share

Mangkir Diperiksa Polisi, Rumah Sandiaga Uno Diserbu Massa

Iman Rosidi, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2010 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 16 320 404091 Hcx1a50RRX.jpg Massa Lepas Berorasi Foto: Iman Rosidi/trijaya

JAKARTA - Sekira 50 anggota Laskar Empati Pembela Bangsa (LEPAS) mendatangi rumah pengusaha muda, Sandiaga S. Uno, di Jl. Polo Mbangkeng No. 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/12/2010) siang.

Kedatangan ini guna menuntut pertanggungjawaban mantan Direktur PT Pandawangi Sekartaji (PWS) atas tuduhan memfitnah Panglima Besar LEPAS Eggi Sudjana.

"Kedatangan kami ke rumah saudara Sandi Uno sebagai pertanggung jawaban moral kami dalam membela Panglima Besar kami yang difitnah. Kami minta saudara Sandi Uno mengklarifikasi tuduhan fitnahnya dengan menunjukkan bukti-bukti yang jelas. Kalau dia tidak sanggup membuktikannya, kamilah yang akan menyeret dia ke Kepolisian," kata Panglima Divisi I LEPAS Nanang Kosim dalam orasinya.

Sebelumnya pada Senin lalu, Panglima Besar LEPAS Eggi Sudjana mendatangi Bareskrim Polri untuk menyerahkan bukti-bukti keterlibatan Sandiaga S. Uno dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Depo Minyak di Balaraja, Tangerang, Banten, milik PT Pertamina (Persero) yang diduga merugikan negara sekira USD 6,4 juta. Eggi menyerahkan bukti-bukti tersebut kepada Direktorat III Bareskrim Polri bidang korupsi yang  diterima oleh Direktur III Brigjen Pol. Ike Edwin.

Pada saat itu, LEPAS justru mendapat informasi bahwa Sandiaga S. Uno akan dipanggil untuk kedua kalinya oleh Direktorat I Bareskrim pada Rabu kemarin.

"Kemarin kami ada di Bareskrim menunggu Sandi Uno, tapi sampai sore hari dia tidak datang juga. Dia mangkir lagi dari panggilan Kepolisian.  Itu berarti dia telah mengangkangi hukum di negara ini.  Padahal, semua warga negara tanpa kecuali sama di muka hukum," tegas Nanang. 

Sandiaga S. Uno merupakan satu dari sedikit pengusaha muda yang sukses dan menjadi orang terkaya di negeri ini dalam waktu yang relatif singkat. Kekayaan mantan Ketua Umum BPP HIPMI ini, menurut versi Majalah Forbes, mencapai USD795 juta. (adn)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini