JAKARTA - Pengelolaan sumur tua saat ini bukan sebagai bagian dari bisnis inti (eksplorasi dan eksploitasi) para Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).
Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto dalam acara "Memacu lifting Melalui Pengelolaan Sumur Tua" di Hotel Nikko, Jakarta (20/4/2011).
Pri Agung menjelaskan, selama peninjauan dari segi ekonomi, potensi peningkatan produksi dan tingkat resiko pengelolaan sumur tua tidak sesuai dengan itung-itungan bisnis para KKKS.
Pengelolaan sumur tua lebih diutamakan sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Pengelolaan sumur tua saat ini untuk memberdayakan BUMD dan koperasi," jelasnya.
Kita ketahui, sumur tua itu potensi produksinya sekitar tiga sampai lima barel per hari, hal tersebut karena sumur yang sudah diolah sejak 1970-an serta banyaknya tumpang tindih sumur tua yang sudah menjadi real eastate, kantor polisi dan lain-lain.
(Widi Agustian)