JAKARTA - Meskipun pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan kemarin sempat melemah tipis, namun kali ini rupiah diprediksikan akan kembali menguat.
Hal ini bukan tanpa sebab. Menurut analis valas Tony Mariano, dampak daripada penurunan peringkat utang Jepang hingga saat ini belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terbukti rupiah kemarin hanya terkoreksi tipis.
Selain itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) walaupun terkoreksi pada perdagangan kemarin, dinilai baik oleh. Di mana pergerakan rupiah dan IHSG akan ada dalam tren penguatan kembali.
"Dengan adanya penurunan peringkat utang Jepang, saya rasa tidak akan terlalu berpengaruh signifikan terhadap rupiah sehingga pergerakannya pun masih akan stabil. Begitu juga dengan IHSG. Penurunan yang terjadi dalam pergerakan IHSG pun itu lebih kepada aksi profit taking yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Jadi kali ini, rupiah akan diperdagangkan dikisaran Rp8.530-Rp8.560 per USD," ungkap Tony kepada okezone, di Jakarta, Kamis (25/8/2011).
Tambahnya, dengan didukung oleh fundamental perekonomian yang kuat, Toni pun berpendapat bahwa rupiah akan tahan banting dari sentimen eksternal yakni akibat penurunan kredit utang negari Sakura tersebut.
Seperti diketahui, rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), ada di level Rp8.546 per USD atau melemah dibandingkan periode perdagangan sebelumnya yang ada di Rp8.544 per USD.
Sementara menurut yahoofinance, rupiah ada di Rp8.562 per USD dengan kisaran perdagangan harian di Rp8.522-Rp8.562 per USD. Di sisi lain, euro tampak menguat atas dolar AS ke USD1,444 per USD, begitu juga pounds menguat ke USD1,65 per pounds.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.