Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengusaha Percetakan RI "Kepakkan Sayap" ke Jerman

Pengusaha Percetakan RI
A
A
A

JAKARTA - Pelaku industri percetakan di Indonesia menyambangi pameran percetakan terbesar di Düsseldorf, Jerman bertajuk drupa pada 3-16 Mei 2012 mendatang.

Pameran empat tahunan ini menghadirkan mesin-mesin dan teknologi percetakan mutakhir untuk media cetak mulai koran, majalah, hingga jenis produk percetakan lainnya.

Menjelang pameran, Messe Düsseldorf selaku penyelenggara pameran drupa, melakukan roadshow ke 40 negara di dunia antara lain Indonesia dengan melakukan presentasi drupa.

Hal tersebut disampaikan President & CEO of Messe Düsseldorf Gmbh Werner M Dornscheidt, selaku penyelenggara pameran drupa, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Sabtu (19/11/2011).

"Drupa menjadi event penting tidak untuk dilewatkan oleh para pelaku industri percetakan dunia. Drupa seperti halnya olimpiade di industri percetakan di mana para pemain di industri percetakan dunia hadir memamerkan produk dan teknologi terbaru mereka," ujarnya.

Menurutnya, beberapa isu menarik di industri percetakan seperti green printing, functional printing, hybrid, multi channel, dan ink jet akan coba dihadirkan dan dijawab di pameran drupa 2012.

"Produk-produk yang akan dipamerkan antara lain produk prepress dan premedia baik boftware maupun hardware, mesin dan peralatan percetakan, postpress dan paper converting, kertas dan substrat, tinta, suku cadang dan infrastruktur serta jasa dan perangkat-perangkat lunak terkait industri percetakan," jelasnya.

Besarnya pameran drupa diperlihatkan dari data-data peserta, pengunjung dan kualitas pengunjung. Pada penyelenggaraan drupa sebelumnya yaitu di 2008, drupa diikuti oleh 1.953 perusahaan dari 53 negara dan dikunjungi oleh lebih dari 390 ribu orang.

Dari total pengunjung tersebut, 59 persen berasal dari luar Jerman. Kualitas pengunjungnya 78 persen merupakan pengambil keputusan di perusahaan mereka.

"Pada penyelenggaran tahun ini, Messe Düsseldorf mengharapkan peningkatan dari pameran sebelumnya baik peserta maupun pengunjung pameran," tambahnya.

Optimisme peningkatan pameran drupa ini sejalan dengan optimisme peningkatan di industri percetakan itu sendiri. Industri percetakan dunia akan tumbuh meskipun tidak besar. Isu krisis ekonomi dan isu digitalisasi menjadi kendala industri percetakan yang dapat dilalui dengan baik.

Di Jerman, para produsen mesin percetakan merespons perubahan pasar dengan mengembangkan produk baru dan karenanya mereka berhasil mempertahankan posisi mereka sebagai pemimpin di pasar dunia. Bahkan saat krisis 2009, produsen mesin offset Jerman menguasai 57 persen pasar global.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement