Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI, Malaysia, Thailand Sepakat Kurangi Ekspor Karet

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Kamis, 13 Desember 2012 |13:47 WIB
RI, Malaysia, Thailand Sepakat Kurangi Ekspor Karet
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menyebut, tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand mencapai kesepakatan untuk memperbaiki harga karet alam dengan cara menerapkan pengurangan ekspor hingga 300 ribu ton.

"Indonesia mendukung langkah-langkah International Tripartite Rubber Council (ITRC) dalam mempertahankan dan memperbaiki harga karet alam," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, seperti dikutip dari Setkab, Kamis (13/12/2012).

Indonesia, Thailand, dan Malaysia, tambahnya, sepakat untuk menerapkan skema pengurangan volume ekspor karet (Agreed Export Tonnage Scheme/AETS) sebesar 300 ribu ton yang diberlakukan sejak Oktober 2012 sampai Maret 2013.

"Kesepakatan tersebut telah meningkatkan harga karet dari USD2,54 per kilogram (kg) menjadi sekira USD2,9 per kg pada awal Desember 2012," tambahnya.

Menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, para peserta pertemuan Dewan Menteri ITRC telah menyadari pentingnya aksi terpadu dan kedisiplinan tinggi negara anggota dalam menerapkan AETS.

Sekadar informasi, ITRC mencatat total produksi karet dari tiga negara ini mencakup 67 persen dari total produksi dunia dan ekspornya sebesar 86 persen dari total ekspor dunia. Produsen  karet alam Indonesia sebagian besar adalah petani yang berjumlah sekira 2,1 juta orang yang menguasai 85 persen luas areal karet alam nasional.

Pada 2011, Indonesia menghasilkan karet alam sekira tiga juta ton atau 27 persen dari total produksi ITRC. Sebanyak 85 persen dari total produksi karet alam nasional Indonesia diekspor dengan nilai mencapai lebih dari USD11,7 miliar di 2011.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement