Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Rejeki Lebaran (2)

Bengkel Motor Kecil Bisa Raup Rp3 Juta/Hari

Rezkiana Nisaputra , Jurnalis-Senin, 05 Agustus 2013 |19:37 WIB
Bengkel Motor Kecil Bisa Raup Rp3 Juta/Hari
Ilustrasi. (Foto: Heru/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pulang ke kampung halaman kerap dilakukan saat lebaran. Beberapa tahun terakhir ini, banyak pemudik yang menggunakan kendaraan roda duanya, motor, untuk dipakai pulang ke kampung halaman. Bahkan, pemudik yang menggunakan motor tiap tahunnya terus menambah.

Salah satu bengkel yang sempat di datangi Okezone, yakni Bengkel Sumber Makmur di kawasan Pasar Minggu mengaku, permintaan servis motor di bengkelnya tersebut meningkat hingga 50 persen lebih. Padahal, pada hari biasa, bengkelnya hanya menangani 10-15 motor per harinya.

pengelola Bengkel Sumber Makmur, Slamet, mengaku bahwa walaupun bengkelnya mulai ramai dikunjungi jelang Lebaran, dia tidak menaikkan tarif normal yang sudah dipatok untuk hari-hari biasa. Ini dilakukannya karena untuk menjaga pasar dan daya saing antar bengkel lainnya.

Menurutnya, jika biaya servis dinaikkan dia takut konsumennya pindah untuk servis di tempat lain. "Ini kan momen Lebaran, banyak yang mudik pakai motor, nah kalau kita naikkan biaya servisnya, takut mereka ke bengkel sebelah," ucapnya kepada Okezone.

Dia menjelaskan, jika memang ada salah satu motor yang dinilainya tidak cukup layak untuk dikemudikan saat mudik, Slamet menyarankan kepada konsumennya untuk mengganti sparepart yang menurutnya sudah tidak layak atau sudah dimakan umur.

Sementara untuk biaya sampai turun mesin seperti itu, kata dia, haruslah di inapkan motornya karena butuh waktu sehari hingga dua hari dalam pengerjaannya.

"Nah, kalau ada motor yang turun mesin itukan biayanya beda-beda, biasanya mulai dari Rp300 ribu sampai dengan Rp1 juta. Ini tergantung penyakitnya apa. Daripada mogok pas mudik lebih baik kan di benerin dulu supaya bener-bener sehat motornya saat perjalanan jauh kaya begitu," ungkap dia.

Dia mengaku, omzet harian bengkelnya menjelang Lebaran bisa mencapai Rp2 juta-Rp3 juta per hari. Hal ini tergantung penyakit dari beberapa motor yang ditanganinya. Namun demikian jika seharian penuh hanya mengerjakan servis rutin atau servis ringan pendapatan per harinya hanya Rp1,2 juta-Rp2 juta.

"Kalau banyak yang servis dan ada motor yang banyak diganti sparepart-nya itu bisa dapat Rp3 jutaan sehari, tapi kalau cuma servis biasa paling cuma dapat Rp1 jutaan," katanya.

"Tapi ini lumayanlah, kan namanya orang punya kendaraan itu pasti diserviskan jadi saya sih tak takut kalau bengkel saya ini tidak ada pengunjungnya, pastikan tiap hari ada saja yang servis. Apalagi mau Lebaran begini, malah ramai sampai-sampai saya sama mekanik kewalahan, namanya juga bengkel gak gede-gede amat," curhatnya.

Ada salah satu pengunjung bengkelnya yang bernama Anton mengaku lebih memilih servis di bengkel yang tidak terlalu besar. Pasalnya jika servis motor di dealer resmi atau bengkel yang besar yang ada di pinggir jalan, biayanya lebih mahal.

Selain itu, jika ada salah satu sparepart yang seharusnya masih bisa dipakai, itu kalau di bengkel resmi sedikit-sedikit harus diganti.

"Ya misal saja kaya kampas rem belum habis dibilang habis, ada yang rusak tapi belum rusak-rusak banget kalau dibengkel resmi tuh dikit-dikit ganti dan biayanya lebih mahal, kan lumayan kalau selisih Rp15 ribu-Rp30 ribu kalau dibandingkann dengan bengkel yang ini," tutup dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement